gadget

https://plus.google.com/u/0/114674915672032946285/posts
https://twitter.com/Enrisyu
http://www.facebook.com/enitarizqawahyuni?ref=tn_tnmn

Sabtu, 17 November 2012

Penyakit Campak


     1.  IDENTIFIKASI PENYAKIT CAMPAK

Virus campak, anggota genus Morbillivirus dari familiParamyxoviridae. Suatu penyakit virus akut yang sangat menular dengan gejala awal berupa demam, konjungtivitis, pilek, batuk dan binti-bintik kecil dengan bagian tengah berwarna putih atau putih kebiru-biruan dengan dasar kemerahan di daerah mukosa pipi (bercak Koplik).Tanda khas bercak kemerahan dikulit timbul pada hari ketiga sampai ketujuh; dimulai di daerah muka, kemudian menyeluruh, berlangsung selama 4-7 hari, dan kadang-kadang berakhir dengan pengelupasan kulit berwarna kecoklatan. Sering timbul lekopenia. Penyakit lebih berat pada bayi dan orang dewasa dibandingkan dengan anak-anak. Komplikasi dapat terjadi sebagai akibat replikasi virus atau karena superinfeksi bakteri antara lain berupa otitis media, pneumonia, laryngotracheobronchitis (croup), diare, dan ensefalitis.


Di Amerika Serikat sekitar tahun 1990-an, kematian karena campak sebesar 2-3 per 1.000 kasus; kematian terutama pada anak-anak dibawah 5 tahun, terutama karena pneumonia dan kadang-kadang oleh karena ensefalitis. Campak lebih berat diderita oleh anak-anak usia dini dan yang kekurangan gizi, pada penderita golongan ini biasanya ditemukan ruam dengan perdarahan, kehilangan protein karena enteropathy, otitis media, sariawan, dehidrasi, diare, kebutaan dan infeksi kulit yang berat. Anak-anak dengan defisiensi vitamin A subklinis atau klinis berisiko tinggi menderita kelainan di atas. CFR di negara berkembang diperkirakan sebesar 3-5% tetapi seringkali di beberapa lokasi berkisar antara 10%-30%. Dilaporkan adanya kematian akut dan tertunda pada bayi dan anak-anak. Pada anak-anak dalam kondisi garis batas kekurangan gizi, campak seringkali sebagai pencetus terjadinya kwasiorkor akut dan eksaserbasi defisiensi vitamin A yang dapat menyebabkan kebutaan. Sangat jarang sekali timbul Subacute sclerosing panencephalitis (SSPE), hanya sekitar 1 per 100.000 dan terjadi beberapa tahun setelah infeksi; lebih dari 50% kasus-kasus SSPE pernah menderita campak pada 2 tahun pertama umur kehidupan.
Diagnosa biasanya dibuat berdasarkan gejala klinis dan epidemiologis walaupun konfirmasi laboratorium dianjurkan untuk dilakukan. Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mendeteksi antibodi IgM spesifik campak yang timbul pada hari ke 3-4 setelah timbulnya ruam atau untuk mendeteksi peningkatan yang signifikan titer antibodi antara serum akut dan konvalesens untuk memastikan diagnosis campak. Teknik yang jarang digunakan antara lain identifikasi antigen virus dengan usap mukosa nasofaring menggunakan teknik FA atau dengan isolasi virus dengan kultur sel dari sample darah atau usap nasofaring yang diambil sebelum hari keempat timbulnya ruam atau dari spesimen air seni yang diambil sebelum hari kedelapan timbulnya ruam.
Gejala Penyakit Campak di tandai dengan :
Hari 1-3 :
-          Demam tinggi.
-          Mata merah dan sakit bila kena cahaya.
-          Anak batuk pilek
-          Mungkin dengan muntah atau diare.
Hari 3- 4 :
-          Demam tetap tinggi.
-          Timbul ruam / bercak-bercak merah pada kulit dimulai wajah dibelakang telinga menyebar cepat ke seluruh tubuh.
-          Mata bengkak terdapat cairan kuning kental
Hari 4 – 6 :
-          Ruam berubah menjadi kehitaman dan mulai mongering
-          Selanjutnya mengelupas secara berangsur-angsur
-          Akhirnya kulit kembali seperti semula tanpa menimbulkan bekas
-          Hilangnya ruam sesuai urutan timbulnya.
    
     2.  ETIOLOGI DAN SIFAT CAMPAK
Penyakit Campak (Rubeola, Campak 9 hari, measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramyxovirus. virus ini memiliki RNA rantai tunggal, famili paramiksovirus, sampai saat ini hanya ada satu serotipe yang diketahui dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Selama masa prodormal dan selama waktu singkat sesudah ruam tampak, virus ditemukan dalam sekresi nasofaring, darah dan urin. Virus dapat aktif sekurang-kurangnya 34 jam dalam suhu kamar.Virus campak dapat diisolasi dalam biakan embrio manusia atau jaringan ginjal kerarhesus. Perubahan sitopatik, tampak dalam 5-10 hari, terdiri dari sel raksasa multinukleusdengan inklusi intranuklear. Antibodi dalam sirkulasi dapat dideteksi bila ruam muncul.Penyebaran virus maksimal adalah melalui percikan ludah (droplet) dari mulut selamamasa prodormal (stadium kataral). Penularan terhadap penderita rentan sering terjadisebelum diagnosis kasus aslinya. Orang yang terinfeksi menjadi menular pada hari ke 9-10 sesudah pemajanan, pada beberapa keadaan dapat menularkan hari ke 7. Tindakan pencegahan dengan melakukan isolasi terutama di rumah sakit atau institusi lain, harusdipertahankan dari hari ke 7 sesudah pemajanan sampai hari ke 5 sesudah ruam muncul

            Sifat Virus Campak :
       1. Virus Campak adalah organisme yang tidak memiliki daya tahan yang kuat, apabila berada diluar tubuh   manusia virus Campak akan mati.  
       2.   Pada temperatur kamar virus  Campak kehilangan 60% sifat infektisitasnya selama    3 – 5 hari.
       3. Tanpa media protein  virus Campak hanya dapat hidup selama 2 minggu dan hancur oleh sinar ultraviolet.
      4. Virus Campak termasuk mikroorganisme yang bersifat  ether labile  karena  selubungnya terdiri dari lemak, pada suhu kamar dapat mati dalam 20% ether selama 10 menit, dan 50% aseton dalam 30 menit.
      5.  Sebelum dilarutkan, vaksin Campak disimpan dalam keadaan kering dan beku, relatif  stabil dan dapat disimpan di  freezer  atau pada suhu lemari es (2-8°C; 35,6-46,4°F)  secara aman selama setahun atau lebih.
      6. Vaksin yang telah dipakai harus dibuang dan  jangan dipakai ulang.

     3. MASA INKUBASI DAN MASA PENULARAN
a.      Masa Inkubasi :
Masa inkubasi berlangsung sekitar 10 hari, tapi bisa berkisar antara 7-18 hari dari saat terpajan sampai timbul gejala demam, biasanya 14 hari sampai timbul ruam. Jarang sekali lebih lama dari 19-21 hari. IG untuk perlindungan pasif yang diberikan setelah hari ketiga masa inkubasi dapat memperpanjang masa inkubasi.

b.      Masa Penularan :
Masa penularan berlangsung mulai dari hari pertama sebelum munculnya gejala prodromal (biasanya sekitar 4 hari sebelum timbulnya ruam) sampai 4 hari setelah timbul ruam; minimal setelah hari kedua timbulnya ruam. Virus vaksin yang dilemahkan sampai saat ini tidak pernah dilaporkan menular.

     4. DISTRIBUSI KEJADIAN PENYAKIT
a.      Distribusi Penyakit Menurut Orang
Campak adalah penyakit yang sangat menular yang dapat menginfeksi anakanak pada usia dibawah 15 bulan, anak usia sekolah atau remaja dan kadang kala  orang dewasa. Campak endemis di masyarakat metropolitan dan mencapai proporsi  untuk menjadi epidemi setiap 2-4 tahun ketika terdapat 30-40% anak yang rentan atau  belum mendapat vaksinasi. Pada kelompok dan masyarakat yang lebih kecil, epidemi  cenderung terjadi lebih luas dan lebih berat. Setiap orang yang telah terkena campak  akan memiliki imunitas seumur hidup.


b.      Distribusi Penyakit Menurut Tempat
Penyakit campak dapat terjadi dimana saja kecuali di daerah yang sangat  terpencil. Vaksinasi telah menurunkan insiden morbili tetapi upaya eradikasi belum  dapat direalisasikan. Di Amerika Serikat pernah ada peningkatan insidensi campak pada tahun  1989-1991. Kebanyakan kasus terjadi pada anak-anak yang tidak mendapatkan  imunisasi, termasuk anak-anak di bawah umur 15 bulan. Di Afrika dan Asia, campak  masih dapat menginfeksi sekitar 30 juta orang setiap tahunnya dengan tingkat  kefatalan 900.000 kematian. Berdasarkan data yang dilaporkan ke WHO, terdapat sekitar 1.141 kasus  campak di Afganistan pada tahun 2007. Di Myanmar tercatat sebanyak 735 kasus campak pada tahun 2006.

c.       Distribusi Penyakit Menurut Waktu
      Virus penyebab campak mengalami keadaan yang paling stabil pada  kelembaban dibawah 40%. Udara yang kering menimbulkan efek yang positif pada  virus dan meningkatkan penyebaran di rumah yang memiliki alat penghangat ruangan  seperti pada musim dingin di daerah utara. Sama halnya dengan udara pada musim  kemarau di Persia atau Afrika yang memiliki insiden kejadian campak yang relatif  tinggi pada musim-musim tersebut. Bagaimanapun, kejadian campak akan meningkat  karena kecenderungan manusia untuk berkumpul pada musim-musim yang kurang  baik tersebut sehingga efek dari iklim menjadi tidak langsung dikarenakan kebiasaan  manusia. Kebanyakan kasus campak terjadi pada akhir musim dingin dan awal musim  semi di negara dengan empat musim dengan puncak kasus terjadi pada bulan Maret  dan April. Lain halnya dengan di negara tropis dimana kebanyakan kasus terjadi pada  musim panas. Ketika virus menginfeksi populasi yang belum mendapatkan kekebalan  atau vaksinasi maka 90-100% akan menjadi sakit dan menunjukkan gejala klinis.

    5. RESERVOIR
     Virus Campak ditularkan dari orang ke orang, manusia merupakan satu-satunya  reservoir penyakit Campak .

    6. CARA PENULARAN


Reservoir dari penyakit campak adalah manusia. Campak merupakan salah satu  penyakit infeksi yang sangat menular. Cara penularan dari penyakit ini adalah  melalui udara dengan penyebaran droplet, kontak langsung, melalui sekret hidung  atau tenggorokan dari orang-orang yang terinfeksi dan jarang melalui benda-benda  yang terkena sekret hidung atau sekret tenggorokan. Masa inkubasi dari penyakit ini  berlangsung sekitar 10 hari, tapi bisa berkisar antara 7-18 hari  dari saat terpajan  sampai timbul gejala umum, biasanya 14  hari sampai timbul ruam. Jarang sekali  lebih lama dari 19-21 hari. IgG untuk perlindungan pasif yang diberikan setelah hari  ketiga masa inkubasi dapat memperpanjang masa inkubasi. Masa penularan penyakit  campak berlangsung mulai dari hari pertama sebelum munculnya gejala prodromal  (biasanya sekitar 4 hari sebelum timbulnya ruam) sampai 4 hari setelah timbul ruam;  minimal setelah hari kedua timbulnya ruam.  

Semua orang yang belum pernah terserang penyakit ini dan mereka yang belum  pernah diimunisasi serta nonresponders rentan terhadap penyakit ini. Imunitas yang  didapat setelah sakit bertahan seumur hidup. Bayi yang baru lahir dari ibu yang  pernah menderita campak akan terlindungi kira-kira selama 6-9 bulan pertama atau  lebih lama tergantung dari titer antibodi maternal yang tersisa pada saat kehamilan  dan tergantung pada kecepatan degradasi antibodi tersebut. Antibodi maternal  mengganggu respons terhadap vaksin.   Imunisasi yang diberikan pada usia 12-15 bulan memberikan imunitas kepada  94-98% penerima, imunisasi dapat menaikkan tingkat imunitas sampai sekitar 99%.  Bayi yang baru lahir dari ibu yang memperoleh kekebalan karena vaksinasi campak,  menerima antibodi pasif dari ibunya lebih sedikit jika dibandingkan dengan bayi  yang lahir dari ibu yang mendapat kekebalan alamiah. Dan bayi ini lebih mudah  terkena campak sehingga membutuhkan imunisasi campak pada usia yang lebih dini  dari jadwal yang biasanya dilakukan.

     7 . KERENTANAN DAN KEKEBALAN
Semua orang yang belum pernah terserang penyakit ini dan mereka yang belum pernah diimunisasi serta nonresponders rentan terhadap penyakit ini. Imunitas yang didapat setelah sakit bertahan seumur hidup. Bayi yang baru lahir dari ibu yang pernah menderita campak akan terlindungi kira-kira selama 6-9 bulan pertama atau lebih lama tergantung dari titer antibodi maternal yang tersisa pada saat kehamilan dan tergantung dari titer maternal yang tersisa pada saat kehamilan dan tergantung pada kecepatan degradasi antibodi tersebut. Antibodi maternal mengganggu respons terhadap vaksin.
Imunisasi yang diberikan pada usia 12-15 bulan memberikan imunitas kepada 94-98% penerima, imunisasi dapat menaikkan tingkat imunitas sampai sekitar 99%. Bayi yang baru lahir dari ibu yang memperoleh kekebalan karena vaksinasi campak, menerima antibodi pasif dari ibunya lebih sedikit jika dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu yang mendapatkan kekebalan alamiah. Dan bayi ini lebih mudah terkena campak sehingga membutuhkan imunisasi campak pada usia yang lebih dini dari jadwal yang biasanya dilakukan.


    8. CARA PENCEGAHAN DAN PEGAWASAN
a.      PENCEGAHAN :
Ø  Diberikan penyuluhan kepada masyarakat oleh Departemen Kesehatan dan  dokter praktek swasta yang menganjurkan imunisasi campak untuk semua  bayi, anak remaja dan dewasa muda yang masih rentan.
Ø   Imunisasi: Virus campak yang mengandung virus yang dilemahkan adalah vaksin pilihan digunakan bagi semua  orang tidak kebal terhadap campak.  Pemberian dosis tunggal vaksin campak hidup (live attenuated) biasanya  dikombinasikan dengan vaksin hidup lainnya (mumps, rubella), dapat  diberikan bersama-sama toksoid, dapat memberikan imunitas aktif pada 94- 98% individu-individu yang rentan,  kemungkinan kekebalan yang timbul  dapat bertahan seumur hidup, kalaupun terjadi infeksi maka bentuk  infeksinya sangat ringan atau infeksi tidak nampak dan tidak menular. Dosis  kedua vaksin campak dapat meningkatkan tingkat kekebalan sampai 99%.  Untuk mengurangi jumlah kegagalan pemberian vaksin, di Amerika Serikat  jadwal rutin pemberian vaksin campak 2 dosis, dengan dosis awal diberikan  pada umur 12-15 bulan atau sesegera mungkin setelah usia itu. Dosis kedua  diberikan pada saat masuk sekolah (umur 4-6 tahun)
Ø  Imunisasi campak sebagai persyaratan bagi anak-anak yang akan masuk  sekolah dan bagi anak-anak pada pusat penitipan anak sampai dengan  mahasiswa perguruan tinggi, telah terbukti efektif dalam penanggulangan  campak di Amerika Serikat dan di beberapa propinsi di Kanada. Sejak KLB  yang berkepanjangan terjadi di sekolah-sekolah walaupun cakupan imunisasi  pada anak-anak tersebut mencapai lebih dari 95%, tingkat kekebalan yang  lebih tinggi dibutuhkan untuk mencegah timbulnya KLB. Hal ini dapat  dicapai melalui imunisasi ulang yang diberikan secara rutin sebagai  persyaratan untuk memasuki sekolah (Chin 2000, p.396-402)

b.      PENGAWASAN
Ø  Laporan ke kantor Dinas Kesehatan setempat: Campak wajib dilaporkan di semua negara bagian di Amerika Serikat dan di banyak negara, Kelas 2A (lihat pelaporan penyakit menular). Laporan disampaikan secepatnya (dalam waktu 24 jam) untuk memberi kesempatan penanggulangan KLB yang lebih baik.
Ø  Isolasi: tidak praktis dilakukan untuk masyarakat yang besar; Anak yang menderita campak jangan masuk sekolah selama 4 hari setelah timbulnya ruam. Di rumah sakit isolasi yang dilakukan mulai stadium kataral pada periode prodromal sampai dengan hari ke-4 timbulnya ruam dapat mengurangi keterpajanan pasien-pasien dengan risiko tinggi lainnya.
Ø  Disinfeksi serentak: Tidak ada.
Ø  Karantina: Biasanya tidak praktis. Karantina yang dilakukan pada institusi, bangsal atau penginapan kadang-kadang bermanfaat; lakukan pemisahan yang tegas terhadap bayi-bayi yang sehat apabila ditemukan penderita campak di sebuah institusi.
Ø  Imunisasi kontak: Vaksin virus hidup, bila diberikan dalam waktu 72 jam setelah terpajan dapat memberikan perlindungan. IG dapat diberikan dalam waktu 6 hari setelah terpajan bagi anggota keluarga yang rentan dan bagi kontak lainnya dimana orang-orang tersebut mempunyai risiko komplikasi sangat tinggi (terutama kontak yang berumur di bawah 1 tahun, wanita hamil atau orang-orang dengan kelainan imunologis) atau diberikan kepada orang yang mempunyai kontra indikasi terhadap vaksinasi campak. Dosis IG adalah 0,25 ml/kg BB (0,11 ml.lb) sampai dengan dosis maksimum sebesar 15 ml. Vaksin campak virus hidup dapat diberikan kepada orang ini 5-6 bulan kemudian apabila tidak ada kontra indikasi.
Ø  Investigasi kontak dan sumber infeksi: Lakukan investigasi terhadap orang-orang yang rentan yang terpajan dan kepada orang ini diberi imunisasi untuk mencegah penularan penyakit. Status carrier tidak diketahui.
Ø  Pengobatan spesifik: Tidak ada.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar